🔴Balasan Iran! 8 Jembatan Vital Negara Teluk Disasar, Taktik Kawanan IRGC Hadapi Invasi Darat AS

Apr 4, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published3 months ago
Duration11:54:56
Video IDTkZ2Inb2nkM
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views1.4K
Likes9
Comments0
Engagement Rate0.62%
Likes per 100 views0.62
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Iran membidik delapan jembatan utama di wilayah Timur Tengah seusai AS membombardir jembatan tinggi Iran di Kota Karaj. Delapan jembatan itu nantinya menjadi target serangan yang sah dari Teheran. Dari laporan Fars News Agency Jumat (3/4/2026), beberapa jembatan penting di negara Teluk dan Yordania menjadi target potensial dari IRGC. Delapan jembatan yang masuk daftar target serangan balasan Iran adalah Jembatan Laut Sheikh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah di Kuwait, Jembatan Sheikh Zayed, Jembatan Al Maqta, dan Jembatan Sheikh Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Selanjutnya, Jembatan King Fahd yang menghubungkan Arab Saudi ke Bahrain, Jembatan King Hussein, Jembatan Damia, dan Jembatan Abdoun di Yordania. Dibidiknya delapan jembatan tersebut sebagai rencana balasan seusai AS dan Israel menghancurkan jembatan tertinggi Iran pada Kamis (2/4/2026). Akibat serangan tersebut, beberapa orang dilaporkan terluka. Jembatan B1 setinggi 136 meter ini masih dalam pembangunan. Dan seharusnya menghubungkan Teheran dan Kota Karaj di Barat. Serangan tersebut menewaskan delapan orang dan 85 orang mengalami luka serius. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagian-bagian utama jembatan runtuh setelah serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan melalui media sosialnya, seusai menyerang jembatan tersebut. Ia pun memperingatkan bahwa serangan lebih dahsyat akan dilancarkan Washington dalam perang melawan Iran. Sementara itu, Iran dilaporkan memperkuat pertahanan militernya dan mengantisipasi kemungkinan invasi darat AS. Teheran telah menguatkan benteng pertahanan di pulau-pulau strategis dan memobilisasi perekrutan massa. Persiapan ini muncul seusai Presiden AS Donald Trump memerintahkan ribuan personel Marinir dan pasukan lintas udara ke Timur Tengah. Meski AS belum secara resmi mengumumkan invasi darat, namun pengerahan pasukan telah dilakukan dan tinggal menunggu perintah. Untuk itu, saat ini Iran sedang fokus untuk melindungi Pulau Kharg, pusat ekspor mintak utama negara tersebut. Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi menyatakan, langkah-langkah pengamanan telah ditingkatkan setelah kunjungan kerjanya ke lokasi tersebut. Pejabat Iran menegaskan bahwa strategi pertananan sudah mencakup pemasangan sistem rudal berpemandu. Kemudian ranjau di sepanjang garis pantai, serta pemasangan jebakan di berbagai fasilitas strategis. Analis militer juga meyakini adanya jaringan terowongan yang telah digali di pulau tersebut. Terowongan ini dipakai sebagai tempat penyimpanan amunisi dan peluncuran serangan balik. Iran dilaporkan akan mengguynakan taktik serangan kawanan menggunakan drone untuk memberikan efek kejut sebelum memperluas pembalasan ke negara-negara tetangga. Teheran telah memberikan sinyal bahwa mereka tidak akan membatasi medan perang hanya di wilayahnya. Iran telah mengancam akan menyerang platform minyak lepas pantai, pembangkit listrik, hingga fasilitas desalinasi air jika wilayah mereka diinvasi. (Tribun-video.com/Nila Irda) Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah

Related Videos

More videos from TribunnewsWIKI Official