KISAH MANTAN PEMIMPIN PEMUDA GEREJA YANG MENEMUKAN ISLAM DAN MENJADI MUALAF

Jan 7, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Wakaf TV
Wakaf TV

180K subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published5 months ago
Duration37:13
Video IDTmF1tTaAD7Y
Languageid
CategoryNonprofits & Activism
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views5.8K
Likes190
Comments29
Engagement Rate3.77%
Likes per 100 views3.27
Comments per 1K views4.99

Description

Sejak muda, ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan disegani di lingkungan gereja. Bukan sekadar jemaat biasa, ia dipercaya menjadi pemimpin pemuda gereja, mengoordinasikan kegiatan rohani, memimpin doa, bahkan menjadi rujukan diskusi iman bagi teman-temannya. Hidupnya nyaris tak pernah jauh dari mimbar, lagu pujian, dan pelayanan. Namun di balik kesibukan itu, ada satu kegelisahan yang terus tumbuh. Pertanyaan-pertanyaan tentang hakikat ketuhanan, posisi Yesus, dan makna keselamatan kerap muncul—namun selalu ia pendam. Ia takut dianggap lemah iman, apalagi sebagai seorang pemimpin. Perjalanan pencariannya dimulai ketika ia memberanikan diri membaca kitab-kitab agama lain, termasuk Al-Qur’an, bukan untuk membenarkan, melainkan untuk memahami dan—awalnya—membantah. Namun justru di situlah titik baliknya bermula. Ayat demi ayat yang ia baca terasa berbicara langsung kepada akalnya. Konsep tauhid yang murni, kejelasan tentang siapa Tuhan dan siapa manusia, serta gambaran Allah yang Maha Esa tanpa perantara, perlahan meruntuhkan tembok keyakinan lamanya. Malam-malam panjang ia habiskan untuk membandingkan teks, berdoa dalam diam, dan bergumul dengan nurani. Semakin ia mencari, semakin ia sadar bahwa kebenaran tidak selalu berada di tempat ia dibesarkan. Keputusan menjadi mualaf bukanlah hal mudah. Ia harus siap kehilangan jabatan, lingkungan, bahkan hubungan keluarga. Namun satu kalimat yang selalu terngiang dalam hatinya menguatkan langkahnya: “Kebenaran tidak diukur dari siapa yang mengikutinya, tetapi dari sejauh mana ia mendekatkan kita kepada Tuhan.” Akhirnya, dengan air mata dan suara bergetar, ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Seorang mantan pemimpin pemuda gereja kini bersujud sebagai hamba Allah. Bukan karena emosi, bukan karena paksaan melainkan karena keyakinan. Hari ini, ia menjalani hidup baru sebagai Muslim. Ia belajar dari nol, memperbaiki shalat, memperdalam Al-Qur’an, dan menyampaikan satu pesan sederhana kepada siapa pun yang mendengarkan: “Jika kamu jujur mencari kebenaran, Allah sendiri yang akan menuntun langkahmu.” https://youtu.be/yDo8dVe41ig

Related Videos

More videos from Wakaf TV