117 KK DI DUSUN LELY PASANGKAYU KRISIS AIR BERSIH AKIBAT KEMARAU PANJANG
May 14, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration0:59
Video IDUF7AzvLc_kU
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views376
Likes3
Comments0
Engagement Rate0.80%
Likes per 100 views0.80
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU -Warga Dusun Lely, Desa Tampaure, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Pantauan Tribun Sulbar.com di lokasi, Kamis (14/5/2026), sejumlah warga tampak kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sumur-sumur milik warga yang selama ini menjadi sumber utama air bersih kini mulai mengering dan tak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut memaksa warga mencari berbagai cara agar tetap bisa mendapatkan air.
Sebagian warga harus menempuh perjalanan berkilo-kilometer menuju desa lain hanya untuk mengambil air bersih, mandi, hingga mencuci pakaian.
Sementara sebagian warga lainnya berupaya memperdalam sumur mereka dengan harapan masih ada sumber air tersisa di bawah tanah.
Tak hanya itu, beberapa warga bahkan nekat menggali sumur secara manual di dasar sungai yang telah mengering demi mendapatkan sedikit air yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Pemandangan warga membawa jeriken dan ember menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki menjadi hal yang hampir setiap hari terlihat di Dusun Lely selama musim kemarau ini.
Kepala Dusun Lely, Erwin, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama sejak intensitas hujan mulai berkurang beberapa bulan lalu.
“Sudah berbulan-bulan kami kesulitan air sejak musim kemarau. Jangankan untuk masak dan kebutuhan lain, untuk mandi saja kami setengah mati,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, warga kini harus berjuang ekstra demi mendapatkan air bersih. Bahkan ada warga yang harus pergi ke desa tetangga dengan jarak yang cukup jauh hanya untuk mandi dan mencuci.
“Kalau mau mencuci atau mandi, ada yang pergi ke desa sebelah. Jaraknya cukup jauh dan tentu sangat menyulitkan masyarakat,” katanya.
Erwin menyebutkan, Dusun Lely dihuni sekitar 117 kepala keluarga (KK). Meski sebagian besar warga memiliki sumur sendiri di rumah masing-masing, namun hampir seluruh sumur kini mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.
“Mayoritas warga punya sumur, tapi hampir semuanya kering. Air sangat sulit didapat sekarang,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu sempat ada program pengadaan air bersih yang masuk ke Dusun Lely.
Namun fasilitas tersebut tidak berjalan maksimal sehingga hingga kini warga masih bergantung pada sumur-sumur tradisional.
“Dulu sempat ada pengadaan air bersih, tapi tidak berjalan sampai sekarang. Akhirnya warga kembali bergantung pada sumur,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi, baik berupa bantuan distribusi air bersih maupun pembangunan fasilitas air bersih permanen agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan setiap musim kemarau tiba.
Erwin berharap perhatian serius dari pemerintah karena kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak yang sangat dirasakan masyarakat saat ini.
“Kami berharap ada perhatian pemerintah. Air ini kebutuhan utama masyarakat. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut tentu sangat menyulitkan warga,” tutupnya.(*)
Editor Video: Indra Mahendra
Sumber: tribunsulbar.com
Naskah & Video: Taufan