173 Warga Mengungsi Usai Kebakaran 35 Rumah di Galung Tuluk Polman, 1 Orang Meninggal Dunia
Mar 2, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration4:21
Video IDUteSyzl9Fb0
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views12
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Polewali Mandar mencatat 35 rumah warga alami kerusakan akibat kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman, Minggu (1/3/2026).
Dengan rincian 29 rumah ludes terbakar rata dengan tanah, sementara 10 rumah terdampak alami kerusakan.
Sebanyak 47 Kepala Keluarga terdampak kebakaran dengan total 173 jiwa mengungsi.
Sementara satu warga dilaporkan meninggal dunia atas nama Muhammad (61 tahun), diduga kelelahan saat mengevakuasi barang.
Kebakaran terjadi di Dusun Kampung Tuluk, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, sekitar pukul 20.30 Wita, Sabtu (29/2/2026).
Api bermula dari rumah warga yang berada di tengah pemukiman padat penduduk, menjalar ke rumah lainnya.
BPBD Polman telah membangun tenda darurat untuk menampung para pengungsi yang kehilangan rumah.
"Data terbaru ada 35 rumah, 173 warga mengungsi, saat ini kami sudah dirikan posko darurat," kata kepala pelaksana BPBD Polman, Andi Chandra kepada wartawan.
Dia menyampaikan warga kehilangan rumah ada yang mengungsi di rumah kerabatnya.
Serta menempati tenda darurat, sembari terus mengevakuasi sisa kobaran api di bekas rumahnya.
Kebakaran rumah di kawasan padat penduduk terjadi sekitar pukul 20.30 Wita saat warga sholat taraweh.
Beberapa rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemilik pergi ke masjid untuk sholat tarawih.
Korban api cepat merembes ke rumah lainnya karena cukup berdekatan dan rumah terbuat dari semi permanen.
Warga sekitar hanya dapat pasrah melihat kobaran api, serta ikut menyiram dengan air seadanya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman dibantu Damkar Majene menerjunkan 10 armada.
Sulitnya akses karena kawasan padat penduduk membuat petugas Damkar kesulitan memadamkan kobaran api.
"Pas taraweh di masjid ada teriakan warga adanya kebakaran rumah," kata Sekretaris Desa Galung Tuluk, Muhammad Sukri.
Dia menyampaikan api bermula di bagian rumah yang berada di tengah kawasan padat penduduk.
Kobaran api merembes ke rumah lainnya yang jaraknya cukup padat di pemukiman Galung Tuluk.
Muhammad Sukri menyebut satu warga yang panik melihat kobaran api dilaporkan meninggal dunia.
"Ada warga yang kaget, lalu kena serangan jantung, meninggal dunia, tapi tidak alami luka bakar," ungkapnya.
Disebutkan api diduga bermula dari dapur rumah warga yang ditinggal pemiliknya saat memasak.
Saat kobaran api mulai menjalar, warga mendengar beberapa ledakan diduga dari tabung gas
Petugas Damkar membutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya untuk memadamkan kobaran api.
Hingga saat ini petugas kepolisian setempat menyelidiki penyebab kebakaran hebat ini.(*)
Editor Video: Indra Mahendra
Sumber: tribunsulbar.com
Naskah & Video: Fahrun