🔴[PORTRAIT] AS Salah Perhitungan Perang Darat di Iran, Pakar: 3.500 Pasukan Lawan 1 Juta Pejuang
Apr 2, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration32:01
Video IDVLAJqQ8nIZE
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views369
Likes2
Comments0
Engagement Rate0.54%
Likes per 100 views0.54
Comments per 1K views0.00
Video Tags
#analisis perang darat as-iran#salah perhitungan pentagon#ketimpangan pasukan militer#3.500 vs 1 juta pejuang#strategi pertahanan iran#risiko invasi darat#militer amerika serikat 2026#korps garda revolusi islam (irgc)#basij#breaking news militer#perang atrisi#logistik militer as#donald trump#ali khamenei#rudal balistik iran#geografi pegunungan iran#perang kota#pasukan elit quds#keamanan timur tengah#simulasi perang
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman menyebut Amerika Serikat (AS) salah perhitungan jika nekat memulai perang darat di Iran.
Sebab, kekuatan ribuan pasukan AS dianggap tidak imbang dengan jutaan pejuang Iran.
Belum lagi mereka harus menghadapi hambatan geografis berupa pegunungan.
"3.500 pasukan apa yang mau dilakukan untuk melawan Iran yang kontur tanahnya saja sudah berupa benteng alami sulit sekali ditembus pasukan darat," ujar Dina dalam wawancara bersama Tribunnews, Selasa (31/3/2026).
Dina berpandangan, narasi perang darat muncul untuk mengulur waktu karena AS sudah kerepotan perang.
"Gak mustahil Amerika berhenti perang cuma sedang dicari skenario apa agar mereka tidak terlalu malu menghentikan perang karena kalah," sambungnya.
Ia menyinggung rekam jejak masa lalu AS yang angkat kaki dari Vietnam, Irak, hingga Afghanistan.
Menurut Dina, bukan suatu yang mustahil jika AS kemudian menutup pangkalannya di Timur Tengah dan pergi dari kawasan tersebut.
(Tribun-Video.com)
Program: Tribunnews On Focus
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: Bintang Nur Rahmanv