HAJI UPDATE; Tips Petugas Kloter 13 Palembang Berhasil Urus 444 Jemaah Haji, 80 Persen Lansia

Jun 21, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published6 days ago
Duration8:09
Video IDWaf5qnAmTSw
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views14
Likes1
Comments0
Engagement Rate7.14%
Likes per 100 views7.14
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru https://makassar.tribunnews.com/topic/haji-2026 https://makassar.tribunnews.com/haji/1841802/strategi-petugas-haji-berbuah-manis-444-jamaah-kloter-13-palembang-kembali-utuh TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Kloter 13 Embarkasi Palembang menjadi contoh keberhasilan pengelolaan jemaah haji di tingkat kelompok terbang. Sebanyak 444 jemaah berangkat ke Tanah Suci dan seluruhnya kembali ke Indonesia dalam jumlah yang sama meski mayoritas merupakan jemaah lanjut usia (lansia) dan kelompok berisiko tinggi. Ketua Kloter PLM 13, Nurul Huda, mengatakan hanya sekitar 30 jemaah yang tidak masuk kategori lansia maupun risiko tinggi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi promosi kesehatan yang terus dilakukan serta kerja sama seluruh petugas dalam melayani jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji. Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter Palembang 13, dr. Nora Ramkita, menjelaskan bahwa kunci menjaga kesehatan jemaah adalah pencegahan, deteksi dini, dan pengawasan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air. Ia bertugas bersama dokter THD dr. Ferda Puspalina dan perawat Ria Sutanti untuk memastikan jemaah tetap sehat dan selamat selama berada di Arab Saudi. Menurut dr. Nora, langkah awal yang dilakukan adalah memetakan kondisi kesehatan seluruh jemaah. Dari total 444 jemaah, lebih dari 60 persen merupakan lansia dan hanya sekitar 10 persen yang tidak memiliki faktor risiko kesehatan. Karena itu, pelayanan kesehatan dilakukan secara intensif dan terukur sesuai kondisi masing-masing jemaah. Tim kesehatan juga rutin melakukan visitasi ke hotel tempat jemaah menginap setiap satu hingga dua hari sekali. Kunjungan tersebut difokuskan kepada jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau dan pengobatan berjalan dengan baik. Selain pemantauan kesehatan, edukasi menjadi bagian penting dalam pelayanan. Jemaah terus diingatkan agar tidak memaksakan diri dalam beribadah melebihi kemampuan fisiknya. Tim kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, penggunaan masker, serta etika batuk untuk mencegah penyebaran penyakit saluran pernapasan yang banyak dialami jemaah. Dr. Nora mengungkapkan lebih dari 90 persen jemaah di kloternya mengalami gangguan batuk selama berada di Tanah Suci. Karena itu, edukasi mengenai kebersihan, penggunaan masker, dan kepatuhan mengonsumsi obat menjadi perhatian khusus guna mencegah kondisi kesehatan memburuk. Ia menegaskan pelayanan kesehatan haji membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petugas kloter, klinik sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga rumah sakit Arab Saudi. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan haji terletak pada fokus terhadap pencegahan, deteksi dini, serta mengutamakan keselamatan jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi.(TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111 Reporter: M Hasim Arfah/MCH 2026 Narator: Wa Ode Nurmin Editor Video: Abdul Rahman #tribunviral #Kloter13 #Palembang #Embarkasi #contoh #keberhasilan #pengelolaan #jemaahhaji #Berhasil #Urus #444JemaahHaji #Datang #Pulang #Lengkap #KetuaKloterPLM13 #NurulHuda #TenagaKesehatanHajiIndonesia #drNoraRamkita

Related Videos

More videos from tribuntimur com