Cuma Diberi Pesangon 0,5 Persen, Karyawan PT MTG Gruduk Kantor Pemkab Sleman
Apr 1, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration2:39
Video IDZIUwSt78TtY
Languageid
CategoryEducation
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views795
Likes8
Comments0
Engagement Rate1.01%
Likes per 100 views1.01
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
SLEMAN - Karyawan PT Mataram Tunggal Garment (PT MTG) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Rabu (1/4). Mereka menolak pesangon yang tidak sebanding dengan masa kerja.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, para pekerja serempak menggunakan baju putih. Mereka membawa bendera dan berbagai tulisan protes. Di antaranya, "Menolak perhitungan pesangon yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan", "Tolak pesangon murah", hingga "Pailit apa pelit?". Para peserta demonstrasi ini mulai bergerak menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja sekitar pukul 09.40. Usai menyampaikan orasi singkat, mereka berjalan menuju Kantor Bupati Sleman.
Salah satu karyawan PT MTG, Haryani menjelaskan, usai mengalami musibah kebakaran pada 21 Mei 2025 lalu, perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja bagi sekitar 1300 karyawan. Sementara saat ini menyisakan 379 karyawan yang disebut the best-the best.
Dalam hal ini mereka yang memiliki masa kerja lama lebih dari 25 tahun. Perempuan yang bekerja sebagai leader sewing ini menyebut, karyawan yang sebelumnya di PHK mendapat pesangon 0,75 persen. Jadi, mereka mempertanyakan mengapa perusahaan kini justru menerapkan pesangon yang lebih rendah sebesar 0,5 persen. Mereka menuntut agar perusahaan membayar pesangon sebesar dua persen.
𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶:
𝗵𝘁𝘁𝗽𝘀://𝗿𝗮𝗱𝗮𝗿𝗷𝗼𝗴𝗷𝗮.𝗷𝗮𝘄𝗮𝗽𝗼𝘀.𝗰𝗼𝗺/
#radarjogja
#jogjakarta #jogja #beritajogja #kabarjogja #i
"Padahal pasca-kebakaran katanya kami the best, makanya kita diprioritaskan untuk membangun MTG kembali. Supaya bangkit dan dapat order lebih banyak," katanya ditemui di sela-sela aksi.
Para pekerja menolak alasan perusahaan yang bangkrut sebagai dalih kebijakan ini. Kenyataan di lapangan perusahaan masih menerima banyak pesanan dan berproses dalam pembangunan. Hingga saat ini mereka belum mendatangi perjanjian pesangon ini.
"Kami sudah komunikasi dengan perusahaan secara baik-baik, tapi mereka tidak menanggapinya," tambah perempuan yang telah bekerja di PT MTG selama 26 tahun ini.
Haryani menjelaskan, usai kebakaran mereka yang dipertahankan bekerja di dua lokasi, yakni di sisa Kantor PT MTG dan di SMK Muhammadiyah 1 Tempel.
.
.
Ikuti juga akun kami:
Instagram : @radarjogja
X : @radarjogja
tiktok : jawaposradarjogja
Website : radarjogja.jawapos.com/
.
Alamat : Jl. Cendrawasih No.194 B, Manukan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283
Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.