Kapal Angkutan Barang Tenggelam di Perairan Lingga, Kades dan Warga Bantu Evakuasi

Jul 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published6 days ago
Duration2:49
Video IDZIZCL3TP920
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views1.1K
Likes23
Comments0
Engagement Rate2.03%
Likes per 100 views2.03
Comments per 1K views0.00

Description

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Sebuah kapal bermuatan barang dilaporkan tenggelam di perairan Laut Lansik, Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Minggu (12/7/2026). Meski kapal karam, seluruh awak kapal dipastikan selamat. Kabar tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Belungkur, Aref Rafandi, saat dikonfirmasi Tribunbatam.id. Aref mengatakan, kapal tersebut diperkirakan mengalami musibah pada Minggu pagiz saat cuaca di perairan setempat sedang tidak bersahabat. Gelombang tinggi disertai angin kencang membuat kapal terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam. "Cuaca memang sedang buruk. Kapalnya sempat terombang-ambing selama beberapa jam sebelum akhirnya tenggelam. Yang terlihat hanya bagian ujung dan rumah kapal," kata Aref. Mendapat informasi tersebut, Aref berinisiatif bersama warga langsung bergerak menuju lokasi menggunakan tiga unit pompong atau perahu motor, untuk memberikan bantuan kepada para awak kapal. "Saya mengajak warga lainnya. Kami berangkat menggunakan tiga pompong menuju lokasi kapal untuk membantu proses evakuasi," ujarnya. Rombongan tiba di lokasi sekira pukul 14.20 WIB dan langsung berupaya mengevakuasi para awak kapal. Dari informasi yang diperoleh Aref, kapal tersebut berlayar dari Kalimantan dengan tujuan Kuala Tungkal. Selain membawa berbagai kebutuhan pokok, kapal juga mengangkut bawang merah dalam jumlah besar. Sebagian muatan dilaporkan hanyut hingga ke pesisir pantai. "Bawang merahnya sampai hanyut ke pesisir. Jumlahnya diperkirakan berton-ton. Selain itu ada juga air mineral dan berbagai barang lainnya," jelas Aref. Aref menuturkan, terdapat 20 orang di atas kapal saat kejadian. Sebanyak 15 orang berhasil mereka evakuasi dan dipindahkan ke kapal rekan mereka yang berada di sekitar lokasi. Sementara itu, lima awak kapal lainnya memilih tetap bertahan di kapal yang tenggelam karena menunggu kapal penjemput dari Kalimantan. "Ada lima orang yang tidak mau dievakuasi. Mereka memilih menunggu kapal dari Kalimantan yang akan datang menjemput. Meski kami sudah memaksa mengajak, mereka tetap tidak mau pindah," ungkapnya. Hingga kini seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat. Sebanyak 15 orang telah meninggalkan lokasi menggunakan kapal rekannya, sedangkan lima orang lainnya masih bertahan di sekitar bangkai kapal sambil menunggu bantuan penjemputan. Sementara itu, hingga saat ini belum ada kronologi yang jelas dari pihak terkait atas insiden tersebut. Reporter: Yuda/Febriyuanda

Related Videos

More videos from TribunbatamID