Demi Swasembada Garam, RI Gaet Investor Saudi, Jerman - China
Jul 12, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published5 days ago
Duration9:46
Video IDag3g9tikGmc
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views955
Likes10
Comments4
Engagement Rate1.47%
Likes per 100 views1.05
Comments per 1K views4.19
Description
Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose memastikan dukungan terhadap strategi pemerintah mendorong produksi garam nasional melalui Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT.
PT Garam telah menandatangani kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengelolaan K-SIGN. Saat ini tahap pertama yang sudah diselesaikan pengelolaan 731 hektar dengan target produksi 140-150 ribu ton garam.
Ke depan pengembangan kawasan garam K-SIGN akan meningkat menjadi 3000-4000 hektare dengan target produksi 400-600 ribu ton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menarik investasi dan ekonomi daerah melalui menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.
Meski demikian masih ada tantangan pengembangan produksi garam K-SIGN adalah penggunaan teknologi seperti Teknologi MVR (Mechanical Vapor Recompression) untuk menghasilkan garam di atas Nacl 97% hingga menuju kualitas 99,1 - 99,9% untuk dapat dipakai industri seperti industri chlor alkali plant (CAP) dan farmasi.
Di sisi lain, persoalan logistik juga menjadi tantangan melalui pembangunan dan investasi Pelabuhan, oleh karena itu PT Garam terus memperkuat Kerjasama dengan investor dari Arab Saudi, Jerman hingga China.
Lalu seperti apa prospek dan tantangan produksi garam nasional? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Kamis, 08/07/2026)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT