®️🔴 UPDATE❗GEMPURAN BARU AS KE IRAN, PASUKAN TRUMP BAKAL TERBUNUH MASSAL, PONSEL MILITER AS DISADAP
Jul 16, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 days ago
Duration9:36
Video IDbncf_vcDxNo
Languageid
CategoryPeople & Blogs
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views6.9K
Likes45
Comments12
Engagement Rate0.83%
Likes per 100 views0.66
Comments per 1K views1.75
Video Tags
#gempuran baru as ke iran#pasukan trump bakal terbunuh massal#iran sadap ponsel militer as#pasukan as bakal terbunuh massal#iran sadap ponsel anak buah trump#centcom kehabisan rudal & drone#serangan baru as ke iran#bushehr jadi sasaran centcom#gencatan senjata terancam lagi#irgc gempur pasukan as di selat hormuz#4 prajurit sekutu trump kena hantam#perang as vs iran#as#amerikaserikat#iran#teheran#selathormuz#telukhormuz#seranganmiliter#operasimiliter
Description
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Iran. Serangan terbaru dilakukan pada Rabu (15/7/2026), sekira pukul 06.00 waktu setempat.
Dikutip dari Tribunnews, Operasi ini menandai kembali memanasnya konflik antara Washington dan Teheran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan difokuskan untuk melemahkan kemampuan militer Iran di jalur laut strategis. Sasaran utamanya adalah kekuatan yang disebut digunakan Iran untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Sementara itu, media Iran melaporkan serangan menghantam kota pelabuhan Bushehr. Mengutip dari Al Arabiya, Bushehr diketahui menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil di Iran. Selain Bushehr, ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Bandar Imam Khomeini. Gelombang serangan ini terjadi hampir sebulan setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman di Islamabad Juni lalu. Kesepakatan itu sebelumnya diharapkan menjadi langkah awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari. Namun, situasi kembali memanas meski proses perundingan secara resmi belum berakhir. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menuding AS telah merusak upaya perdamaian. Menurutnya, blokade baru yang diberlakukan Washington telah melemahkan isi nota kesepahaman tersebut. Perebutan kendali atas Selat Hormuz disebut menjadi pemicu utama kembali pecahnya ketegangan. Di tengah meningkatnya konflik, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran. Trump memperingatkan akan memperluas sasaran serangan hingga ke infrastruktur sipil jika Teheran menolak kembali berunding. Ia bahkan menyatakan situasi akan menjadi jauh lebih buruk bagi Iran dalam waktu dekat. Meski demikian, Trump membatalkan rencana pengenaan biaya 20 persen bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai gantinya, Washington memilih mendorong kerja sama perdagangan dengan negara-negara sekutu di kawasan Teluk.
Iran diduga melacak lokasi personel militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah melalui ponsel.
Dikutip dari Tribunnews, Melalui pelacakan tersebut, Iran diduga berupaya menargetkan personel militer AS yang berada di negara-negara Teluk. Di sisi lain, persediaan rudal dan drone AS dilaporkan mulai menipis. Iran dilaporkan memanfaatkan celah keamanan pada protokol telekomunikasi lama SS7. SS7 merupakan teknologi komunikasi yang dikembangkan sejak tahun 1970-an. Teknologi ini memungkinkan operator telekomunikasi di berbagai negara saling bertukar informasi mengenai panggilan telepon dan pesan singkat. Kelompok riset keamanan siber Mobile Surveillance Monitor (MSM) menyatakan menemukan aktivitas yang mencurigakan. Aktivitas tersebut diduga mulai terdeteksi sejak pecahnya perang antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026. Para peneliti mendeteksi lonjakan sinyal yang dikirim untuk meminta informasi lokasi perangkat seluler di kawasan Timur Tengah. Pendiri MSM, Gary Miller, menyebut pola aktivitas yang terdeteksi kemungkinan besar menargetkan jaringan telekomunikasi lokal di Timur Tengah. Jaringan tersebut kerap digunakan oleh personel militer AS yang bertugas di kawasan itu. Artinya, personel militer AS yang menggunakan kartu SIM lokal atau terhubung ke operator seluler setempat berpotensi menjadi sasaran pelacakan lokasi. Di sisi lain, AS dilaporkan mulai mengalami penurunan persediaan rudal Patriot dan Tomahawk. Laporan menyebutkan lebih dari 1.000 rudal Tomahawk telah digunakan sejak awal perang dengan Iran.
#Perang #AS #Iran #israel #timurtengah #memanas #presiden #amerika #trump #usa #donaldtrump #DeltaForce #washington #teheran
#beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia
Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/
Simak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topic/berita-video
Program: -
Host: -
Editor Video: Tito Ramadhani
Uploader: -
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLdWgm9WtBzrkP5OS1K
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Follow us:
Instagram: https://www.instagram.com/tribunsingkawangofficial/
Facebook: https://www.facebook.com/tribunsingkawangupdate
Twitter: https://twitter.com/tribunpontianak
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribunsingkawang
Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.