Mendadak Bergemuruh Presiden Prabowo Berapi-api hingga Sumpah Tak Akan Mundur Lawan "Garong" Negara
Feb 7, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published3 months ago
Duration6:33
Video IDcjMob3j0CoA
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views1K
Likes29
Comments12
Engagement Rate4.00%
Likes per 100 views2.83
Comments per 1K views11.71
Video Tags
Description
Suasana Masjid Istiqlal pada 7 Februari 2026 yang mulanya sejuk dan khidmat mendadak bergemuruh oleh Pidato tegas Presiden Prabowo Subianto. Momen tersebut terjadi dalam acara Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Bakti 2025-2030 yang sekaligus dirangkai dengan acara "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa".
Acara ini dihadiri oleh ribuan jemaah, para kiai, habaib, serta tokoh bangsa, termasuk Ketua Umum MUI KH Muhammad Anwar Iskandar, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar, dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Dalam pembukaan pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bahagia dan harunya melihat pemandangan di Istiqlal yang ia sebut sebagai lambang bersatunya ulama (tokoh agama) dan umara (pemimpin pemerintahan).
"Hari ini saya sungguh merasa bahagia dan besar hati. Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar dan makmur," ujar Prabowo dengan nada lembut.
Presiden menekankan bahwa syarat utama keberhasilan sebuah bangsa adalah perdamaian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuang rasa curiga, menghapus kebencian, dan saling bergandengan tangan demi masa depan Indonesia.
Namun, atmosfer berubah drastis ketika Presiden menyinggung tantangan besar dalam mengelola kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Dengan suara bariton yang menggelegar, Prabowo mengingatkan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan pemerintahan yang bersih.
Ia secara terang-terangan menyebut kelompok koruptor sebagai "perampok" dan "garong" yang terus mencoba merongrong keadilan.
"Tiap kali kita mau memberantas korupsi, tiap kali kita mau menegakkan hukum dan keadilan, tiap kali kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik," tegas Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Presiden menjelaskan modus operandi para koruptor tersebut yang kerap memicu kerusuhan dan mengadu domba masyarakat. Menurutnya, hal itu dilakukan semata-mata karena ketakutan mereka terhadap terwujudnya pemerintahan yang bersih di Republik Indonesia.
Sumpah Tak Akan Mundur
Menutup orasinya, Presiden Prabowo menegaskan kembali sumpah jabatannya di hadapan rakyat dan Tuhan. Ia menyatakan bahwa meskipun menyadari besarnya tantangan dan perlawanan dari para koruptor, ia tidak akan gentar sedikitpun.
"Saya disumpah untuk menegakkan hukum dan Undang-Undang Dasar kita. Karena itu, saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun," pungkas Prabowo dengan lantang.
Pidato ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam perang melawan korupsi, sekaligus ajakan kepada para ulama untuk turut serta menjaga keutuhan bangsa dari upaya pecah belah.