PARA KETUA RT KOMPAK MUNDUR GEGARA SAMPAH

May 9, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Rana Films
Rana Films

1.5M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration8:03
Video IDdL-mmi9PCwo
Languageid
CategoryEntertainment
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views6K
Likes45
Comments44
Engagement Rate1.47%
Likes per 100 views0.75
Comments per 1K views7.29

Description

Dengan simbolis penyerahan stempel, tujuh pengurus lingkungan di kawasan Cipayung, Depok, memilih mundur dari jabatannya akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi. Mereka terdiri dari satu ketua RW dan enam ketua RT yang mengaku menyerah menghadapi kondisi lingkungan di wilayah Cipayung dan Pasir Putih yang semakin memprihatinkan. Tumpukan sampah yang menggunung tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga menyebabkan longsoran sampah plastik masuk ke aliran Sungai Pesanggrahan. Sampah kemudian menyebar dan mengakibatkan banjir di permukiman warga dan memperburuk kondisi lingkungan sekitar. Warga menyebut banjir kini semakin sering terjadi karena jembatan di kawasan tersebut kerap tersumbat timbunan sampah. Saat hujan turun, aliran sungai meluap dan merendam akses jalan warga. Kondisi itu membuat para ketua lingkungan merasa gagal memenuhi harapan masyarakat yang terus menyampaikan keluhan. Atmaja, Ketua RT 03 RW 06 Cipayung, mengatakan pemerintah setempat sebenarnya mengetahui persoalan yang dihadapi warga. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah nyata yang mampu mengatasi masalah sampah dan kerusakan infrastruktur di lingkungan mereka. “Saya malu sama warga saya yang sudah dijanji-janjikan. Jalanan ini swadaya masyarakat, dari orang tua dititipkan untuk dirawat, tapi sekarang rusak padahal setiap hari saya perbaiki dan jadi jalur alternatif warga berangkat kerja,” ujar Atmaja sambil menahan tangis, Sabtu (9/5/2026). Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok sempat menempatkan alat berat di sekitar lokasi aksi protes warga. Namun, selama kurang lebih tiga bulan, keberadaan alat tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penanganan sampah maupun banjir di kawasan itu. Bahkan warga juga kerap mengirim bukti sampah yang mengkhawatirkan namun tak ada tindak lanjut dari pemerintah. Ratusan warga dari Cipayung dan Pancoran Mas yang berbatasan dengan Pasir Putih, Sawangan, selama ini memang menjadi langganan banjir akibat Sungai Pesanggrahan dipenuhi sampah. Warga berharap pemerintah segera turun tangan, termasuk meminta perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melihat langsung kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Related Videos

More videos from Rana Films