NELAYAN PILIH NONTON BOLA, HARGA IKAN NAIK DRASTIS
Jul 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 days ago
Duration0:58
Video IDdfWAG3b45cg
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views756
Likes5
Comments1
Engagement Rate0.79%
Likes per 100 views0.66
Comments per 1K views1.32
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Demam Piala Dunia ternyata tak hanya menyedot perhatian pecinta sepak bola, tetapi juga berdampak pada harga ikan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga cukup signifikan karena pasokan dari nelayan berkurang.
Kondisi itu dipicu banyak nelayan yang memilih menyaksikan pertandingan Piala Dunia pada dini hari hingga pagi dibanding melaut.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pedagang ikan, Masri, saat ditemui di lapaknya di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, sejak memasuki musim Piala Dunia, jumlah ikan yang masuk ke pasar mulai berkurang sehingga harga perlahan mengalami kenaikan.
"Subuh sampai pagi banyak nelayan pilih nonton bola. Padahal jam-jam seperti itu biasanya waktu yang bagus untuk mencari ikan karena ikan sedang makan," ujar Masri.
Akibat berkurangnya hasil tangkapan, stok ikan di pasar menjadi terbatas.
Sementara permintaan masyarakat tetap tinggi sehingga harga ikut terdongkrak.
Beberapa jenis ikan bahkan mengalami kenaikan yang cukup mencolok.
Harga ikan katombong kini mencapai Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Harga ikan cakalang juga melonjak dua kali lipat, dari Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Sementara ikan batu naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang juga menyebut harga ikan tongkol saat ini berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, bergantung ukuran dan kondisi ikan yang dijual.
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut mulai terasa sejak pertandingan Piala Dunia berlangsung.
Pasokan yang berkurang hampir terjadi setiap pagi karena aktivitas melaut nelayan tidak seramai biasanya.
Meski demikian, para pedagang berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara.
Mereka memperkirakan harga ikan akan kembali normal setelah euforia Piala Dunia berakhir dan para nelayan kembali rutin melaut.
Sejumlah pembeli mengaku terpaksa mengurangi jumlah ikan yang dibeli karena kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir cukup terasa.
Namun, ikan tetap menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehingga penjualan masih terus berlangsung meski tidak sebanyak hari-hari biasa.(*)
Editor Video: Indra Mahendra
Sumber: tribunsulbar.com
Naskah & Video: Taufan