Saat Suku Bunga Tinggi, Investasi Pengelola Dana Jumbo Lari ke Mana?

Jun 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration8:13
Video IDe3EKwfJNORY
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views380
Likes5
Comments0
Engagement Rate1.32%
Likes per 100 views1.32
Comments per 1K views0.00

Description

Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus menilai kebijakan Bank Indonesia yang Kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% direspons positif oleh pelaku pasar. Hal ini tercermin dari reli pasar saham hingga IHSG naik hingga menembus 6.000, begitupula dengan yield SBN yang semakin menarik sehingga menarik aliran dana asing dan mendorong penguatan Rupiah. Begitupula dengan reksadana yang underlying obligasi semakin menarik begitupula dengan reksadana berbasis saham utamanya saham big cap bervaluasi bagus juga mendapatkan sentiment positif. Seperti apa arah pengelolaan dana jumbo di tengah gejolak global dan pelemahan nilai tukar Rupiah? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum'at, 12/06/2026) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT

Related Videos

More videos from CNBC Indonesia