🔴Ahok Blak-blakan saat Sidang Kasus Pertamina hingga Tantang Jaksa Periksa Jokowi
Jan 28, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published5 months ago
DurationP0D
Video IDe53gF6xgxMI
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views233
Likes2
Comments0
Engagement Rate0.86%
Likes per 100 views0.86
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihadirkan jadi saksi dalam sidang tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Senin (27/1/2026).
Ahok jadi saksi untuk terdakwa Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Wehaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.
Dalam kesaksiannya, Ahok mengungkapkan bahwa Pertamina sebenarnya kerap mengalami kerugian.
Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah yang tak boleh menaikkan harga barang subsidi.
Untuk itu, Pertamina dalam hal ini jajaran direksi kerap meminjam dana untuk menutupi kerugian perusahaan.
Ahok juga telah mengadukan kondisi ini ke presiden yang kala itu menjabat, Joko Widodo (Jokowi).
Ia pun menyarankan agar sistem subsidi bisa diubah menjadi per individu dengan mekanisme digital melalui aplikasi myPertamina.
Namun sistem baru ini tak disetujui oleh kepala negara.
Menurut Ahok, jika sistem subsidi diubah, maka Pertamina dinilai bisa mendapatkan untung sekitar 6 miliar dolar AS per tahun.
Dalam persidangan tersebut, Ahok juga mengakui pernah meminta jabatan Direktur Utama Pertamina pada Jokowi.
Alasannya, untuk memperbaiki tata kelola Pertamina, namun karena usulan-usulannya tak pernah dijalankan, maka ia memutuskan mundur.
Hakim anggota, Adek Nurhadi juga sempat menanyakan pada Ahok soal campur tangan pihak luar selain pemerintah maupun internal Pertamina dalam pengelolaan perusahaan.
Ahok lantas secara lugas menjawab bahwa BUMN seperti titipan politik.
Ia bahkan mengakui dirinya bisa jadi Komut Pertamina karena merupakan teman presiden, dalam hal ini adalah Jokowi.
Seusai persidangan, Ahok lantas menjelaskan perbedaan politik dengan Jokowi membuatnya mundur dari jabatannya sebagai Komut Pertamina.
Untuk diketahui, sidang kali ini menyoroti dugaan korupsi penyewaan Terminal BBM Merak oleh PT Pertamina (Persero).
Jaksa Penuntut Umum menyebut total kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp 285 triliun.
(TribunVideo.com)
Program: Live Tribunnews Update
Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor Video: Irvan Nur Prasetyo
Reporter: Ibriza & Rahmat Nugraha
Uploader: Luttex