Gubernur Jenius!!! Siapa lagi kalau bukan Kang Dedi Mulyadi
Oct 14, 2025•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published8 months ago
Duration9:38
Video IDfJ_TrDXlwZg
Languageid
CategoryPeople & Blogs
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views167
Likes2
Comments0
Engagement Rate1.20%
Likes per 100 views1.20
Comments per 1K views0.00
Video Tags
#asupan info#nyi hyang dedi mulyadi#egi dan kang dedi mulyadi#gubernur jawa barat#dedi mulyadi#dedi mulyadi terbaru 2025 hari ini#dedi mulyadi marah#dedi mulyadi podcast#dedi mulyadi channel#dedi mulyadi menangis#dedi mulyadi telepon anak#dedi mulyadi tukang sapu#dedi mulyadi pasar#dedi mulyadi prabowo#berita dedi mulyadi#dana transfer ke daerah#transfer daerah 2026#menkeu purbaya#purbaya yudhi sadewa
Description
Gubernur Jenius!!! Siapa lagi kalau bukan Kang Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan ketegasannya dalam mengelola keuangan daerah. Meski dana transfer dari pemerintah pusat turun hingga Rp2,45 triliun, Dedi menolak untuk menempuh jalur pinjaman daerah.
Menurutnya, pembangunan di Jawa Barat tetap harus berjalan, tanpa menambah beban utang daerah. Ia percaya, dengan pengelolaan anggaran yang efisien dan mandiri, pembangunan infrastruktur tetap bisa diwujudkan.
Dedi menilai, pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai tanpa dukungan infrastruktur memadai—mulai dari jalan, jembatan, jaringan listrik, hingga koneksi internet. Infrastruktur yang baik, katanya, menjadi pondasi utama bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Namun, di tengah menurunnya kondisi keuangan daerah, Dedi mengakui bahwa langkah ini memerlukan pengorbanan besar. Salah satu upayanya adalah memangkas anggaran untuk kegiatan pemerintah yang dianggap tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, efisiensi lebih penting daripada mencari pendapatan baru yang justru membebani rakyat.
Ia juga menambahkan bahwa pinjaman daerah tetap boleh dilakukan, asalkan masih dalam batas wajar dan sesuai kemampuan keuangan daerah.