NGABUBURIT ASYIK - Cerita di Balik 3.800 Porsi Menu Buka Puasa Gratis Masjid Jogokariyan
Mar 5, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 months ago
Duration8:26
Video IDj8H89pukLt0
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views32
Likes1
Comments0
Engagement Rate3.13%
Likes per 100 views3.13
Comments per 1K views0.00
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Sore belum benar-benar turun ketika pelataran Masjid Jogokariyan telah dipenuhi ribuan jemaah. Di bawah bentangan kain warna-warni yang menghiasi langit-langit kampung, udara Ramadhan terasa hangat, bukan hanya oleh matahari yang perlahan meredup, melainkan oleh denyut kebersamaan yang mengalir di setiap sudut.
Kampung Ramadhan Jogokariyan memasuki tahun ke-22. Seperti tahun-tahun sebelumnya, geliat spiritualitas dan ekonomi berpadu dalam satu ruang. Di selasar masjid, para relawan pria mengenakan apron merah muda bertuliskan “Kampoeng Ramadhan Jogokariyan”. Tangan-tangan mereka bergerak cepat dan terampil, menata nasi putih yang mengepul, sepotong ayam bumbu gulai, dan kerupuk di atas piring-piring keramik yang tersusun rapi.
Ketua Panitia Kampung Ramadhan Jogokariyan ke-22, Muhammad Falah Akbar, menyebutkan tahun ini jumlah porsi berbuka puasa kembali bertambah. “Jika tahun lalu tersedia 3.500 porsi per hari, kini meningkat menjadi 3.800 porsi setiap harinya,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026). Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kepercayaan dan partisipasi masyarakat yang terus tumbuh.
Di balik ribuan piring yang terhidang, ada pasukan sunyi yang bekerja tanpa banyak sorot kamera: ibu-ibu PKK yang terbagi dalam 28 kelompok. Mereka tidak memasak di dapur umum masjid, melainkan di rumah masing-masing secara bergiliran. Dari dapur-dapur sederhana itulah aroma gulai, sayur, dan lauk-pauk mengepul sejak siang, menjadi bagian dari rantai kebaikan yang melibatkan sekitar 500 hingga 600 orang. Sekitar 50 di antaranya bertugas khusus mencuci piring, sebuah kerja senyap yang tak kalah penting.
Editor Video: Indra Mahendra