DISEBUT MULYONO JILID 2, INI RESPON DEDI MULYADI

May 27, 2025Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Rana Films
Rana Films

1.5M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

PublishedMay 27, 2025
Duration10:19
Video IDj8PsF483xVA
Languageid
CategoryEntertainment
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views2.3K
Likes49
Comments8
Engagement Rate2.50%
Likes per 100 views2.15
Comments per 1K views3.50

Description

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali jadi perbincangan warganet. Ia dijuluki “Mulyono Jilid Dua”, istilah yang mengingatkan publik pada gaya mantan Presiden Joko Widodo. Julukan ini viral dan memicu diskusi politik di media sosial. Istilah “Mulyono” muncul sebagai sindiran bagi tokoh yang dinilai aktif membangun citra lewat konten media sosial. Dedi pun ikut disematkan label serupa, seperti “Gubernur Konten” dan “Dedi Mulyono”, karena gaya komunikasinya yang dinilai atraktif dan konsisten di dunia digital. Dedi menanggapi santai berbagai julukan tersebut. “Gubernur konten, dan sekarang yang baru KDM—Kang Dedi Mulyono,” ujarnya sambil tersenyum saat memberi kuliah umum di Fakultas Ilmu Budaya UI, Selasa (27/5/2025). Ucapan itu disambut tepuk tangan dan sorak sorai dari ratusan peserta. Dedi menegaskan bahwa sebutan apapun tidak akan mengubah cara kerjanya. “Enggak masalah, disebut apa saja boleh. Yang penting, kita punya karya nyata untuk masyarakat,” ujarnya tenang. Menurut Dedi, menyampaikan hasil kerja melalui media sosial adalah hal wajar di era digital. Ia menilai publik berhak tahu apa yang dikerjakan pemimpinnya, dan media sosial bisa menjadi jembatan efektif. Beberapa programnya memang viral dan menuai beragam respons. Namun Dedi menyadari tidak semua orang akan setuju dengan pendekatannya. Ia menganggap kritik sebagai bagian penting dari demokrasi. “Kalau semua orang suka, justru aneh. Kritik itu sehat, asal disampaikan dengan niat baik,” tegasnya. Ia pun menutup dengan keyakinan, “Saya akan terus bekerja, bukan untuk julukan, tapi untuk hasil. Kalau hasilnya baik, julukan apapun tidak penting.”

Related Videos

More videos from Rana Films