Warga Pasangkayu Terpaksa Buat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa

Feb 9, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published4 months ago
Duration0:57
Video IDjw66ZqXkJsM
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short

Performance Metrics

Views819
Likes10
Comments0
Engagement Rate1.22%
Likes per 100 views1.22
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Jalan penghubung di Dusun Tobengo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, mengalami ambruk akibat plat duiker patah. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan hingga kini belum mendapat penanganan perbaikan permanen dari pemerintah. Pantauan Tribun Sulbar.com di lokasi, Senin (9/2/2026), terlihat badan jalan amblas tepat di bagian plat duiker. Aspal di atasnya runtuh, membentuk lubang cukup lebar yang membelah badan jalan. Di atas lubang tersebut, warga memasang papan kayu seadanya sebagai penutup sementara agar kendaraan roda dua masih bisa melintas. Di sisi jalan, tampak batang-batang kelapa diletakkan melintang, hasil swadaya masyarakat setempat, yang difungsikan sebagai jembatan darurat. Sebatang kayu juga ditancapkan di tepi jalan dengan kain berwarna mencolok sebagai tanda peringatan bagi pengendara agar berhati-hati saat melintas. Kondisi jalan yang rusak ini membuat kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melewati lokasi. Hanya sepeda motor yang masih bisa melintas secara bergantian dan dengan kecepatan sangat pelan. Pengendara harus ekstra hati-hati karena papan kayu penutup lubang terlihat tidak rata dan rawan bergeser. Salah seorang warga setempat, Hamsah, yang ditemui di lokasi mengatakan, kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak sekitar satu bulan lalu. Kerusakan tersebut dipicu oleh banjir besar yang melanda wilayah tersebut. “Ini sudah sekitar satu bulan. Waktu itu banjir besar, satu hari dua malam. Air menggenang sampai menyebrang ke badan jalan dan mengikis bagian duiker,” ujar Hamsah. Ia menjelaskan, akibat terkikisnya bagian bawah duiker, struktur penyangga tidak lagi kuat. Saat plat duiker patah, aspal di atasnya pun ikut ambruk. “Begitu duikernya patah, otomatis aspal di atasnya juga ikut turun dan ambruk,” jelasnya. Lokasi jalan yang ambruk ini berada sekitar 500 meter dari jalan poros utama. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga Dusun Tobengo dan sekitarnya untuk menuju ke Kota Pasangkayu, sekaligus jalur utama untuk mengangkut hasil kebun warga seperti kelapa dan hasil pertanian lainnya. Hamsah menambahkan, untuk sementara waktu warga secara swadaya memasang batang kelapa sebagai jembatan darurat, sambil menunggu adanya perbaikan dari pemerintah. “Ini inisiatif warga sendiri. Daripada tidak bisa lewat sama sekali, kami pasang batang kelapa dulu,” katanya. Menurut warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah desa setempat sudah sempat meninjau langsung kondisi jalan yang ambruk tersebut. Namun hingga kini, perbaikan belum juga dilakukan. “Sudah pernah ditinjau, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami masih menunggu kapan dikerjakan,” ungkap Hamsah. Meski sejauh ini belum ada laporan kecelakaan di lokasi tersebut, warga mengaku khawatir kondisi jalan akan semakin parah jika dibiarkan terlalu lama, terlebih saat hujan kembali turun. Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen sebelum kerusakan bertambah luas dan menimbulkan korban kecelakaan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari.(*) Editor Video: Indra Mahendra Sumber: tribunsulbar.com Naskah & Video: Taufan

Related Videos

More videos from Tribun Sulbar Official