🔴[PORTRAIT] Korupsi Guncang MBG, Pengamat Ingatkan RI 1: Jangan Sampai Jadi Alat Kartel Elit Politik
Jun 6, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration21:35
Video IDloJtu_JVlos
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views180
Likes5
Comments3
Engagement Rate4.44%
Likes per 100 views2.78
Comments per 1K views16.67
Video Tags
#korupsi makan bergizi gratis#skandal korupsi program mbg#pengamat ingatkan prabowo#mbg jangan jadi alat kartel politik#bahaya kartel dalam program mbg#dugaan korupsi makan bergizi gratis#kritik kebijakan pemerintah prabowo#korupsi program prioritas prabowo#investigasi kasus korupsi mbg#masa depan program makan bergizi gratis
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat politik Arif Nurul Imam mengapresiasi langkah tegas Presiden Prabowo yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.
Ia menyebut, jika tidak ada tindak lanjut yang tegas dari Prabowo, maka kasus ini dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan menggerus kepercayaan masyarakat.
Arif menilai BGN dibentuk dalam waktu yang relatif cepat sehingga masih terdapat berbagai kelemahan dalam sistem dan tata kelolanya.
Atas hal itu, ia menilai perbaikan menyeluruh perlu dilakukan segera agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan.
Selain itu, Arif juga mengingatkan Prabowo soal kepentingan kelompok tertentu di BGN.
Menurutnya, penting membatasi afiliasi politik dalam pelaksanaan program.
Termasuk mencegah munculnya yayasan-yayasan yang memiliki kedekatan dengan tokoh politik dan memanfaatkan program untuk mendapatkan proyek atau pengelolaan SPPG.
"Kita tahu BGN ini dirancang seperti Bandung Bondowoso, dari segi sistem juga masih banyak kekurangan & kelemahan" jelas Arif.
"Jangan sampai BGN jadi alat kartel elit politik, saya kira harus dibatasi juga afiliasi terhadap tokoh tokoh politik besar yang kemudian beternak yayasan untuk mendapatkan SPPG" sambungnya.
(Tribun-Video.com)
Program: On Focus Tribunnews
Host: Adila Ulfa Muna Risna
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Uploader: Tri Hantoro