Kemhan Benarkan Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Mar 30, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tempodotco
Tempodotco

1.9M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published2 months ago
Duration1:21
Video IDpWnENGddFwQ
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views8.1K
Likes61
Comments68
Engagement Rate1.60%
Likes per 100 views0.76
Comments per 1K views8.42

Description

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi adanya insiden yang menimpa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Insiden terjadi di tengah meningkatnya eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan, peristiwa itu mengakibatkan satu prajurit TNI meninggal dunia. “Satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Rico dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026. Menurut Rico, insiden terjadi saat berlangsung saling serang artileri di area penugasan. Hingga kini, proses klarifikasi masih dilakukan oleh pihak UNIFIL untuk memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut. Rico mengatakan pihak Markas Besar TNI akan menyampaikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait insiden tersebut. "Perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ujar dia.  Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres turut mengecam insiden tersebut. Melalui pernyataan di platform X pada hari yang sama, Guterres menyebut seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas dalam peristiwa yang terjadi di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Guterres juga menyampaikan bahwa satu personel Indonesia lainnya mengalami luka parah. Ia menyampaikan duka cita kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga korban, serta berharap personel yang terluka dapat segera pulih. Menurut dia, insiden itu merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian. “Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat,” kata Guterres. Foto: ANTRA Editor: Ridian Eka Saputra

Related Videos

More videos from Tempodotco