Dipanggil Kakanda Hingga Dikatain Sering Ke Luar Negeri, Prabowo Jawab Blak2n - Munas HIPMI XVIII
Jun 10, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration11:45
Video IDqJfER5UuIfQ
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views1.8K
Likes36
Comments8
Engagement Rate2.43%
Likes per 100 views1.99
Comments per 1K views4.42
Video Tags
Description
"Halo Guys! Balik lagi di channel kita. Kali ini kita mau bahas pidato Presiden Prabowo di pembukaan Munas HIPMI ke-18 di Bandar Lampung yang sempat ramai dibahas. Ada momen menarik banget pas beliau blak-blakan—bisa dibilang sedikit 'curcol'—soal alasannya pengen jadi presiden, sampai tanggapan santainya buat para pengkritik lawatan luar negerinya akhir-akhir ini."
"Jadi, di tengah pidatonya, Pak Prabowo sempat melempar pertanyaan retoris: 'Kenapa sih saya pengen jadi presiden?' Jawabannya ternyata cukup mendalam, Guys. Beliau menegaskan kalau ini bukan sekadar mengejar jabatan atau kekuasaan semata. Beliau merasa terpanggil karena melihat arah perkembangan Indonesia sejak era 90-an ada yang keliru dan harus segera dibenahi."
"Nah, yang gak kalah ramai adalah reaksi beliau terhadap kritik tajam soal hobinya yang belakangan sering bepergian ke luar negeri. Sambil berseloroh, Pak Prabowo bilang kalau kaum elite kita ini memang hobi ribut. 'Pak Jokowi jarang ke luar negeri disalahkan, giliran saya sering ke luar negeri disalahkan juga,' canda beliau.
Tapi di balik candaan itu, beliau memberikan penjelasan geopolitik yang sangat masuk akal. Indonesia memegang prinsip politik bebas aktif: 'seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak'. Bayangkan, sebagai kepala negara, beliau diundang oleh pemimpin negara-negara adidaya dunia—mulai dari Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, hingga pemimpin India dan Brasil. Menurut beliau, jika hanya mendatangi satu pihak dan melewatkan yang lain, hal itu justru bisa memicu ketegangan diplomatik. Jadi, kunjungan-kunjungan ini krusial untuk menjaga keseimbangan hubungan luar negeri demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia."
"Secara garis besar, inti dari keseluruhan pidato Pak Prabowo di Munas HIPMI ke-18 ini sebenarnya adalah seruan untuk memperkuat nasionalisme ekonomi. Beliau menekankan pentingnya kemandirian pangan, ketahanan energi, serta hilirisasi industri berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. Beliau ingin para pengusaha muda bersatu agar Indonesia bisa mandiri dan berdaulat secara ekonomi."
"Nah, biar kalian bisa menilai sendiri bagaimana tanggapan beliau, yuk kita simak bareng-bareng poin pidato Presiden Prabowo saat menjawab langsung kritik lawatan luar negerinya berikut ini. Tonton sampai habis ya!"