Tangis Amsal Sitepu Pecah, Akui Pernah Diintimidasi JPU
Mar 30, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration2:00
Video IDrbSax4UN2GY
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views2.2K
Likes21
Comments8
Engagement Rate1.31%
Likes per 100 views0.95
Comments per 1K views3.61
Description
Amsal Christy Sitepu, seorang videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah menghadapi perkara dugaan korupsi karena proyek pembuatan video profil desa. Jaksa menuntutnya 2 tahun penjara, denda, dan pengembalian kerugian negara sekitar Rp 202 juta dengan dakwaan mark‑up anggaran di 20 desa.
Saat mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan keluhannya, tangis Amsal pecah sambil menegaskan bahwa dia hanya pekerja ekonomi kreatif, bukan “koruptor”, dan meminta agar tidak diperlakukan seolah perlu dipenjara, karena menurutnya pekerjaannya dilakukan sesuai permintaan klien.
Selain itu, Amsal mengungkapkan bahwa dalam proses hukum ia sempat mengalami tekanan/intimidasi dari oknum tertentu melalui pemberian sekotak brownies cokelat yang disertai pesan agar ia dan keluarga tidak “ribut‑ribut” melawan kasusnya dan menutup konten tentang perkara yang sedang dibicarakan. Ia menolak pesan itu dan memilih tetap memperjuangkan pembelaannya di persidangan.
#amsalsitepu #jpu #dprri #komksiiidpr
Kreator: ANTARA/Della Siregar
copyright ©
www.antaranews.com
Indonesia News Agency
Kalau kamu mau tetap up to date sama berita terbaru dari Indonesia sampai mancanegara, langsung aja follow dan like media sosial kita. Biar tiap hari nggak ketinggalan info penting!
X. : https://twitter.com/antaranews
Facebook : https://www.facebook.com/antaranewsdotcom
Instagram : https://www.instagram.com/antaranewscom/?hl=id
TikTok : https://www.tiktok.com/@antaranews
Google+ : https://plus.google.com/+antaranews
Newsroom
Jl. Antara Kav. 53-61, Pasar Baru, Jakarta Pusat, 10710
Telp : 021 3842591 (Hunting)
Web : korporat.antaranews.com