🔴Adu Kuat Rudal Iran Vs Bomber B-2 AS di Medsos, Senjata China Ikut Menggila Hancurkan Rafale & F-15

Jun 6, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published2 weeks ago
Duration11:54:56
Video IDrfIqYN9hUyM
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views322
Likes2
Comments0
Engagement Rate0.62%
Likes per 100 views0.62
Comments per 1K views0.00

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat dan Israel rupanya sempat bersitegang lantaran saling memamerkan kemampuan militer negara masing-masing. Ketegangan itu terjadi di media sosial yang melibatkan Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, serta Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Dan Scavino. Perang media sosial itu dimulai pada Sabtu (23/5), yakni Scavino mengunggah video pesawat pengebom siluman B-2 Spirit milik Amerika Serikat yang sedang terbang. Kemudian, unggahan itu dibalas Azizi dengan video peluncuran rudal Iran yang diklaim mampu menghantam sasaran secara akurat. Aksi saling serang dan pamer di media sosial itu terus berlanjut hingga Selasa (2/6). Yakni, Scavino merespons postingan Azizi dengan mengunggah gambar jam pasir. Hal itu dianggap sebagai sindiran kepada Iran agar segera mengambil keputusan terkait proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Lalu, Azizi kembali merespons dengan mengunggah video uji coba rudal Kheibar Shekan milik Iran. Dalam unggahannya, Azizi menuliskan pesan singkat yang bernada menantang AS. "Kita lihat apa yang akan terjadi." jelas Azizi. Namun, Scavino menanggapi video itu dengan menyebut rekaman tersebut sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI). Kendati keduanya saling sindir di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan jalur komunikasi antara Teheran dan Washington masih terbuka. Meski begitu, ia juga memperingatkan setiap serangan terhadap Lebanon berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan melibatkan Iran secara langsung. Sementara itu, China diprediksi sedang mengikis kekuatan udara Barat. Hal ini terjadi seusai dua insiden yang membuat AS hingga negara Barat malu lantaran keok dari China. Adapun insiden pertama terjadi saat rudal PL-15E buatan China menembak jatuh milik India pada 2025. India mengakui pihaknya telah kehilangan satu Rafale buatan Prancis. Namun saat itu, India menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh akibat gangguan teknis di ketinggian tinggi. Meski begitu, Pakistan mengklaim sejatinya Rafale ditembak jatuh oleh rudal udara-ke-udara buatan China. Insiden itu juga akan menjadi kehilangan tempur pertama bagi pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Sementara terbaru, insiden kedua terjadi saat rudal buatan China menembak jatuh jet tempur F-15 milik AS. Peristiwa itu terjadi pada (3/4/2026) saat jet tempur AS memasuki wilayah udara Iran. National Interest melaporkan dugaan jet tempur AS itu jatuh ditembak rudal China. Insiden itu pun sedang diselidiki lebih lanjut. Para penyelidik meyakini jet AS terkena sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) buatan China. Namun Kedutaan Besar China membantah tuduhan tersebut. Pihaknya menyebut tuduhan itu sebagai fitnah tanpa dasar dan asosiasi yang bermaksud buruk. (Tribun-Video.com) https://thehill.com/policy/international/5858556-iran-social-media-warfare/ https://www.tribunnews.com/internasional/7838185/rafale-hingga-f-15-tumbang-senjata-buatan-china-mulai-kikis-dominasi-kekuatan-udara-barat. Penulis: Malvyandie Haryadi Program: Hot Topic Editor Video: Agilio OktoViasta #Viory #Rudal #BomberB2 #KonflikASIran #MiliterAmerika #SenjataCanggih #AduKekuatanMiliter #AlutsistaModern #KeteganganASIran #BeritaInternasional #JetF15AS #JetTempur #Rafale #TeknologiMiliter #KonflikTimurTengah

Related Videos

More videos from Tribunnewsmaker Official