Iran Tutup Pintu Negosiasi! Siap Perang Panjang Lawan Amerika dan Israel

Mar 7, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published3 months ago
Duration2:06
Video IDsjYkuAzqyt8
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views518
Likes13
Comments6
Engagement Rate3.67%
Likes per 100 views2.51
Comments per 1K views11.58

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Pernyataan Trump tersebut juga disertai dengan gagasan bahwa dirinya perlu terlibat dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran setelah pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan AS dan Israel. Namun tuntutan tersebut langsung mendapat penolakan keras dari Teheran. Peneliti senior Pusat Studi Strategis Timur Tengah, Abas Aslani, menjelaskan bahwa pejabat Iran menanggapi pernyataan Trump dengan sikap penolakan mutlak. Menurut Aslani, pemerintah Iran menegaskan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi merupakan kewenangan lembaga negara mereka, yakni Majelis Pakar. Ia juga menilai pernyataan dari Washington justru memicu respons penuh percaya diri dari para pejabat di Teheran yang menunjukkan bahwa Iran tidak berniat mengubah sikap atau membuka kembali komunikasi dengan Amerika Serikat. Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga masih menunda pengumuman mengenai pemimpin tertinggi yang baru. Meski demikian, sejumlah politikus Iran memberi sinyal bahwa keputusan tersebut kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat. Iran Siap Perang Jangka Panjang Di tengah meningkatnya ketegangan, Islamic Revolutionary Guard Corps menyatakan Iran siap menghadapi perang dalam jangka waktu panjang melawan Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naeini menyatakan negaranya telah mempersiapkan diri untuk konflik berkepanjangan dan bahkan siap memperkenalkan persenjataan baru yang belum pernah digunakan dalam perang sebelumnya. Ia juga memperingatkan bahwa pihak yang memusuhi Iran harus bersiap menghadapi gelombang serangan berikutnya yang disebut akan membawa pukulan lebih menyakitkan. Menurut Naeini, teknologi militer baru Iran sedang dipersiapkan dan belum diterapkan secara luas dalam konflik yang sedang berlangsung. Ia menilai Iran kini berada dalam kondisi lebih siap dibandingkan konflik sebelumnya dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran Tutup Pintu Negosiasi Sikap keras Iran juga disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Ia menegaskan negaranya tidak lagi membuka peluang negosiasi dengan Amerika Serikat maupun Israel setelah serangkaian konflik yang terjadi. Boroujerdi menyatakan Iran memilih menyelesaikan konflik di medan perang karena sudah tidak mempercayai proses diplomasi dengan kedua negara tersebut. Ia menilai pengalaman negosiasi sebelumnya tidak menghentikan serangan terhadap Iran. Pernyataan itu juga muncul setelah muncul wacana bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator perdamaian antara Iran dan koalisi AS–Israel. Namun pihak Iran menegaskan saat ini mereka tidak tertarik pada bentuk negosiasi apa pun dengan kedua negara tersebut karena menganggap Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang tidak dapat dipercaya. Situasi ini semakin memperlihatkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama dengan risiko eskalasi militer yang semakin besar. Penulis: Fachri Mahayupa Sumber: Tribunnews.com Uploader: Faizal Amir

Related Videos

More videos from Tribun Kaltim Official