🔴[PORTRAIT] Harga Pertamax Naik Tanda Ekonomi RI Babak Belur, Pengamat: Kelas Menengah Bisa Anjlok

Jun 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration1:04:45
Video IDu_0vBmOG3G8
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views106
Likes0
Comments1
Engagement Rate0.94%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views9.43

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax tidak wajar. Pasalnya, angkanya cukup tinggi dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Efriza khawatir keputusan ini akan diikuti oleh kenaikan komoditas lainnya di kemudian hari. "Sekarang saja masyarakat sudah begitu khawatir. Bisa jadi bukan BBM nonsubsidi yang dinaikkan pemerintah, Tinggal menunggu tiga hal yang bisa jadi naik, BPJS, BBM subsidi, dan minyak goreng subsidi," kata Efriza dalam wawancara bersama Tribunnews pada Rabu (10/6/2026). Ia yakin kenaikan harga BBM nonsubsidi juga akan berdampak negatif pada ekonomi masyarakat. "Ketika nonsubsidi naiknya brutal, mereka bisa jadi turun dari kelas atas/menengah anjlok ke kelas bawah," sambungnya. Ia juga menyayangkan pemerintah yang tidak mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat soal adanya kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera menjelaskan kepada publik soal ini. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews On Focus Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani Uploader: Bintang Nur Rahman

Related Videos

More videos from TribunnewsWIKI Official