Penampakan Kapal dan Tanker Menumpuk di Selat Hormuz Buntut Donald Trump Tolak Proposal Iran

May 15, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration1:11:02
Video IDvLuCLqSApNg
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views160
Likes0
Comments0
Engagement Rate0.00%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views0.00

Description

Di titik jalur sempit perdagangan dunia, kapal-kapal terus menumpuk di Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran. Sejumlah kapal dan tanker minyak terlihat berhenti di perairan Selat Hormuz pada Kamis, di tengah pembatasan navigasi yang terus diberlakukan Iran serta blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Rekaman video memperlihatkan kapal-kapal dan tanker minyak terdampar di laut. Sebagian membawa kontainer, sementara lainnya tampak kosong. Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa Teheran telah mengizinkan 30 kapal melintas di Selat Hormuz sejak Rabu malam. Berbicara dalam KTT BRICS di New Delhi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan selat tersebut tetap terbuka untuk pelayaran komersial, selama kapal-kapal bekerja sama dengan angkatan laut Iran. Situasi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons terbaru Iran terhadap usulan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Trump juga mengancam akan melanjutkan “Operation Project Freedom” dan menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan fase berikutnya akan melibatkan inisiatif gabungan yang dipimpin Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis untuk memastikan ketersediaan sumber daya operasi pembersihan ranjau serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Ia menambahkan bahwa Italia akan mengerahkan dua kapal penyapu ranjau tambahan di dekat Selat Hormuz sebagai langkah siaga jika diperlukan. Rutte juga menyebut adanya dukungan dari Jerman, Lithuania, Belanda, Belgia, Prancis, dan negara-negara sekutu lainnya. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Putranya, Mojtaba Khamenei, kemudian ditunjuk sebagai penerus. Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran guna membuka jalan perundingan untuk mengakhiri konflik. Pembicaraan kemudian digelar di Islamabad, namun berakhir tanpa kesepakatan. Sejak saat itu, Selat Hormuz tetap menjadi titik panas utama, dengan Iran membatasi lalu lintas pelayaran di jalur tersebut dan Amerika Serikat terus memberi tekanan terhadap pelabuhan serta pengiriman Iran.

Related Videos

More videos from Tribun Kalteng Video