Rupiah Terpuruk, Apindo: Sektor Manufaktur Terjepit Biaya Impor dan Suplai yang Langka

May 15, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration20:53
Video IDwGiwFVPsQCk
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views63
Likes0
Comments1
Engagement Rate1.59%
Likes per 100 views0.00
Comments per 1K views15.87

Description

KOMPAS.TV - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS memberikan tekanan hebat bagi sektor manufaktur nasional. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan bahwa dunia usaha kini berada dalam posisi "terjepit" antara lonjakan biaya produksi di sektor hulu dan rendahnya daya beli masyarakat di sektor hilir. Dengan 70% bahan baku industri yang masih bergantung pada impor, depresiasi rupiah secara otomatis meningkatkan beban biaya hingga dua digit, yang diperparah dengan kelangkaan suplai barang di pasar reguler. Menanggapi potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Bob Azam menekankan bahwa efisiensi harus menjadi langkah mitigasi utama yang dilakukan jauh sebelum krisis memuncak (beyond the curve). Apindo berharap pemerintah memberikan dukungan konkret melalui percepatan restitusi pajak bagi UKM, penyederhanaan regulasi impor bahan baku (lartas), serta penurunan biaya logistik nasional yang masih mencapai 26% dari total biaya produksi. Di tengah keterbatasan ruang fiskal, pengusaha dan buruh diharapkan dapat membangun kepercayaan dan kesepahaman untuk melakukan langkah penghematan bersama guna menjaga stabilitas operasional hingga terjadi pembalikan ekonomi global. (ALIN) #RupiahMelemah #Apindo #BobAzam #EkonomiIndonesia #Manufaktur #LogistikNasional #DampakPHK #DuniaUsaha #InfoBisnis #KompasBisnis Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100010540572678 Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_jember/?hl=id Tiktok: https://www.tiktok.com/@kompastv_jember Twitter : https://twitter.com/KompasTV_Jember KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim - 22C, Kel. Kepatihan - Kec. Kaliwates - Jember

Related Videos

More videos from KOMPASTV JEMBER