®️🔴 UPDATE❗IRAN TAK BERI AMPUN GEMPUR 18 TARGET MILITER AS, RESPONS TEHERAN TRUMP TAK MAU MUNDUR
Jun 11, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration9:36
Video IDwJmaf_R2ges
Languageid
CategoryPeople & Blogs
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views4.8K
Likes46
Comments13
Engagement Rate1.23%
Likes per 100 views0.96
Comments per 1K views2.70
Video Tags
#iran tak beri ampun gempur 18 target militer as#respons teheran trump tak mau mundur#trump tak mau mundur#iran merespons dengan serangan ke basis militer as di timur tengah#iran mengamuk#18 target militer as di timur tengah hancur dihantam rudal dalam 2 gelombang serangan#rudal jarak jauh iran melesat#gempur 21 markas as#hanggar jet tempur f-35 dan pusat komando hancur#perang iran vs as#perang as vs iran#iran#israel#amerika serikat#donald trump
Description
Militer Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang 18 target penting milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dikutip dari Tribunnews, Operasi itu dilakukan selama dua gelombang serangan Iran terhadap pasukan militer Amerika Serikat. Dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis (11/6), militer Iran melaporkan telah menggempur pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait dan Yordania. Operasi tersebut merupakan bentuk serangan balasan terkoordinasi yang menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan itu dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Bersenjata Iran. IRGC menyebut bahwa pasukan Angkatan Udara dan Angkatan Lautnya telah melancarkan serangan dalam dua gelombang rudal secara terpisah. Mereka menargetkan pangkalan Ali Al Salem dan pangkalan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain. Menurut IRGC terdapat 18 target utama yang dihantam dan dihancurkan oleh rudal Iran.
Dua hari kedua berturut-turut, Iran san Amerika Serikat saling melancarkan serangan di Timur Tengah.
Dikutip dari Tribunnews, Situasi ini memperbesar risiko runtuhnya gencatan senjata yang telah berjalan sejak April lalu. Militer AS mengumumkan operasi terbaru terhadap sejumlah target di Iran selatan. Sasaran yang disebut dihantam meliputi fasilitas radar, pengawasan, dan instalasi militer. Washington menyebut operasi itu sebagai langkah pertahanan. Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Trump menilai proses negosiasi berjalan terlalu lambat. Ia menegaskan tekanan militer akan terus dilakukan bila tidak ada kemajuan. Tak lama setelah serangan itu, Iran melancarkan aksi balasan. Beberapa aset militer Amerika di kawasan Teluk kembali menjadi target. Pangkalan Amerika di Bahrain dan Kuwait dilaporkan diserang untuk hari kedua berturut-turut. Iran juga mengklaim telah menargetkan pusat komando militer Amerika di Yordania. Klaim tersebut disampaikan melalui Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC. Di Bahrain, sirene peringatan serangan udara sempat dibunyikan. Sementara itu, Kuwait mengaktifkan sistem pertahanan udaranya. Pihak Kuwait menyatakan sejumlah ancaman udara berhasil dicegat. Negara itu juga menutup sementara wilayah udaranya demi alasan keamanan. Eskalasi tidak berhenti sampai di situ. IRGC mengaku menyerang dua kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Namun hingga kini belum ada verifikasi independen terkait klaim tersebut. Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan penutupan Selat Hormuz. Laporan itu langsung memicu perhatian pasar global. Meski demikian, militer Amerika menyatakan jalur pelayaran masih beroperasi. Kapal-kapal komersial disebut tetap melintas di kawasan tersebut. Ketidakpastian itu berdampak pada harga energi dunia. Di Washington, Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras. Ia mengatakan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut bila diperlukan. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyampaikan pesan serupa. Menurutnya, Iran telah mendapat kesempatan untuk mencapai kesepakatan. Namun peluang itu dinilai tidak dimanfaatkan dengan baik. Di sisi lain, Teheran menolak tekanan yang datang dari Washington. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah. Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menuding Amerika merusak jalur diplomasi. Hubungan kedua negara sebenarnya sempat mereda setelah gencatan senjata April lalu. Namun berbagai insiden keamanan terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Upaya mediasi dan perundingan terbaru pun belum menunjukkan hasil nyata. Pekan ini, ketegangan kembali memuncak setelah sebuah helikopter Amerika ditembak jatuh. Serangan itu dituduhkan kepada Iran. Sejak saat itu, aksi saling balas terus meluas di berbagai titik Timur Tengah. Dunia kini menyoroti apakah konflik ini akan mereda atau justru semakin membesar.
#Perang #AS #Iran #timurtengah #memanas #presiden #amerika #trump #usa #donaldtrump #DeltaForce #washington #teheran #donaldtrump
#beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia
Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/
Simak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topic/berita-video
Program: -
Host: -
Editor Video: Tito Ramadhani
Uploader: -
Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLdWgm9WtBzrkP5OS1K
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Follow us:
Instagram: https://www.instagram.com/tribunsingkawangofficial/
Facebook: https://www.facebook.com/tribunsingkawangupdate
Twitter: https://twitter.com/tribunpontianak
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribunsingkawang
Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.