Curhat Pilu Petugas Damkar Rela Bantu Warga Korban Kebakaran Justru Dapat Kekerasan
Mar 31, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published2 months ago
Duration2:38
Video IDwT_08wCb2fk
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short
Performance Metrics
Views14.7K
Likes41
Comments0
Engagement Rate0.28%
Likes per 100 views0.28
Comments per 1K views0.00
Video Tags
Description
Curhat pilu petugas pemadam kebakaran (damkar) rela bertaruh nyawa demi bantu korban kebakaran berujung jadi korban kekerasan.
Malam itu, api belum sepenuhnya padam ketika luka lain justru muncul bukan dari kobaran si jago merah, melainkan dari tangan manusia sendiri.
Di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Minggu malam (29/3/2026), suasana mencekam akibat kebakaran rumah berubah menjadi kisah pilu bagi para petugas yang datang membawa harapan. Alih-alih mendapat ruang untuk bekerja, mereka justru menjadi korban kekerasan.
Prengki Pratido (25), seorang petugas pemadam kebakaran yang telah lima tahun mengabdikan diri, tak pernah membayangkan pengalaman pahit itu akan ia alami.
Malam itu, seperti biasa, ia datang dengan satu tujuan memadamkan api dan menyelamatkan yang tersisa.
“Saya sudah sekitar lima tahun bertugas, dan belum pernah mengalami hal seperti ini,” ujarnya lirih.
Saat mobil pemadam tiba di lokasi, Prengki segera bergerak cepat.
Ia naik ke atas mobil dan bersiap turun melalui tangga belakang untuk mulai bertugas.
Namun situasi di lapangan tak sepenuhnya ia pahami. Kerumunan warga yang padat menyelimuti lokasi kebakaran.
Tanpa peringatan, sebuah pukulan datang dari arah belakang.
“Saya tidak tahu ada kerumunan di sana. Tiba-tiba ada orang memukul dari belakang,” kenangnya.
Balok kayu menghantam pinggang bagian belakangnya. Tidak ada kata, tidak ada peringatan hanya serangan mendadak dari seseorang yang bahkan tidak ia kenali.
“Dia mukul menggunakan balok kayu. Saya tidak tahu siapa orangnya,” lanjut Prengki.
Rasa sakit sempat menjalar, namun tugas tetap menjadi prioritas. Tanpa membalas atau mencari pelaku, ia memilih kembali fokus memadamkan api yang terus berkobar.
“Setelah dipukul, saya tidak mencari. Tetap fokus menjalankan tugas memadamkan api,” tegasnya.
Seragam tebal yang dikenakannya menjadi pelindung terakhir dari cedera yang lebih parah.
“Pukulannya lumayan kencang. Untungnya saya masih menggunakan baju damkar yang tebal, kalau tidak mungkin sudah luka. Ini saja masih sakit,” ungkapnya.
Di balik ketegaran itu, ada kehidupan yang ia tinggalkan sejenak demi tugas.
“Iya, saya bertugas meninggalkan istri saya di rumah,” katanya singkat.
Meski mengalami perlakuan yang tidak semestinya, Prengki memilih untuk tidak menyimpan dendam. Ia justru mengajak semua pihak untuk belajar dari kejadian tersebut.
“Ke depan kita harus lebih berhati-hati. Untuk masyarakat, jangan sampai peristiwa seperti ini terulang lagi. Dan sudah saya maafkan,” pungkasnya.
Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/
Program: Mata Lokal
Sumber Wartawan: Bima Kurniawan
Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/
Follow Instagram --------- https://www.instagram.com/tribun_bengkulu/
Like fanspage --------- https://web.facebook.com/tribunbengkulu