🔴RIBUAN MAHASISWA KEPUNG BUNDARAN HI! INI 5 TUNTUTAN YANG AKAN DISAMPAIKAN

Jun 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration2:57:57
Video IDwVXT1TE_2x4
Languageid
CategoryPeople & Blogs
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video

Performance Metrics

Views445
Likes2
Comments0
Engagement Rate0.45%
Likes per 100 views0.45
Comments per 1K views0.00

Description

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Aksi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI. Tak hanya itu, aksi disebut juga akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut keterangan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan oleh BEM UI, di antaranya sebagai berikut: 1. Menghentikan pemborosan APBN 2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM 3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih 4. Menghentikan militerisme di ranah sipil 5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. Dimas menegaskan bahwa aksi ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Bagi warga yang beraktivitas di kawasan puat Jakarta, disarankan untuk memetakan jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu. Berikut ini sejumlah rute yang dapat digunakan: Arah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan bisa melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro dan Jalan Proklamasi. Untuk arah Bundaran HI menuju Tanah Abang dan Jakarta Barat bisa melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, Jalan KH Mansyur. Selain Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga berpotensi terjadi di kawasan Patung Kuda hingga sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di waktu bersamaan. Masyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi. Sebagai informasi, sebelumnya massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Pusat-Utara telah lebih dahulu menggelar demo di kawasan Cikini pada Rabu (10/6) malam. Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan. Meski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB. Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon dalam keterangannya pada Kamis (11/6), mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional. Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan. Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah. Amiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. Di sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut. Amiruddin mengakui pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian karena aksi dilakukan secara spontan setelah kegiatan internal organisasi. Ia mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan. Berdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang. Sebagai informasi, dalam penyesuaian terbaru harga Pertamax mengalammi kenaikan cukup signifikan dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara untuk Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter. #bemsi #demo #bundaranhi Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/ Simak Video Viral lainnya https://www.youtube.com/@VideoTribunPontianak Program: Live Update Host: Putri Dwi Arrini Sumber: Tribunnews.com Uploader: Anesh Viduka ‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLdWgm9WtBzrkP5OS1K Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Follow us: Instagram: https://www.instagram.com/tribunpontianak/ Facebook: https://www.facebook.com/TribunPontianakInteraktif/ Twitter: https://twitter.com/tribunpontianak TikTok: tiktok.com/@tribunpontianak Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.

Related Videos

More videos from Tribun Singkawang