🔴BREAKING NEWS: Situasi Terkini Demo Reformasi Jilid 2 di Jakarta, Imbas Pelemahan Ekonomi
Jun 12, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published1 month ago
Duration7:19:45
Video IDx3fG9n64Ypc
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views687
Likes8
Comments0
Engagement Rate1.16%
Likes per 100 views1.16
Comments per 1K views0.00
Video Tags
#breaking news#demo reformasi jilid 2#situasi terkini demo#pelemahan ekonomi indonesia#aksi unjuk rasa jakarta#tuntutan mahasiswa#bem ui demo#harga kebutuhan pokok naik#protes pemerintah#demo 12 juni 2026#rakyat tertekan ekonomi#kritik kebijakan pemerintah#indonesia bangkrut#patung kuda demo#yatalathof ma’shum imawan#ketua bem ui#masalah ekonomi rakyat#inflasi indonesia#apbn boros#bbm naik
Description
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi mengalihkan lokasi demo yang rencananya akan digelar oleh sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya mengalihkan titik tersebut ke kawasan DPR/MPR dan Patung Kuda, Jakarta Puaat.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, pada Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan informasi dari Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, aksi tersebut dimulai pukul 13.00 WIB.
Ada lima poin tuntutan yang akan ditegaskan mahasiswa dalam demo pada hari ini.
Kelimanya yakni:
Setop pemborosan APBN.
Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Hentikan militerisme di ranah sipil.
Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.
Ketua BEM UI Kritik Pemerintah
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma’shum Imawan, mengkritik klaim pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah tidak dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Kita mahasiswa sebagai salah satu bagian dari rakyat, kita menganggap kenyataan yang kita hadapi sekarang ini adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas saja. Tetapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah sama sekali. Baik itu harga beras naik dan juga bahan pokok lainnya, lapangan kerja makin menyempit dan juga rakyat makin dihajar oleh pajak,” kata Althof.
Ia juga menuding pemerintah lebih fokus pada pencitraan dibanding menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dan pemerintah hanya sibuk memoles citra, hanya sibuk mengumumkan data-data kosmetik sambil membagikan proyek kepada kroni-kroninya,” lanjutnya.
Menurut Althof, kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan sebenarnya sudah terbuka sejak lama. Namun, ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menunjukkan arah kepemimpinan yang tidak sesuai harapan masyarakat.
“Arah negara tidak dibawa menuju Indonesia Emas, melainkan menuju Indonesia bangkut. Baik itu bangkrut secara demokrasinya, secara ekonominya, dan secara moral kepemimpinan,” ucap Althof.
Atas dasar itu, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dijadwalkan turun ke jalan untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Althof menjelaskan massa aksi akan berangkat dari Kampus UI Depok sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka akan bergabung dengan mahasiswa dari sejumlah kampus lain sebelum bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BEM UI: Pemerintah Sibuk Umumkan Data, Rakyat Tertekan Kenaikan Harga Beras dan Pajak, https://www.tribunnews.com/nasional/7841387/bem-ui-pemerintah-sibuk-umumkan-data-rakyat-tertekan-kenaikan-harga-beras-dan-pajak.
Program: Live Breaking News
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: januar Imani
Reporter: Rifqi Ibnumasy, Mario, Dwi Putra, Alfarizy