Jual-beli Serangan AS dan Iran Kian Memanas, Teheran Sebut Gencatan Senjata Nyaris Tidak Ada Artinya

Jun 12, 2026Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3Updated Just now
Tribunnews
Tribunnews

15.5M subscribers

View Channel

Video Overview

Video Details

Published1 month ago
Duration0:06
Video IDxyQs1_ojPBo
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeYouTube Short

Performance Metrics

Views71.4K
Likes258
Comments14
Engagement Rate0.38%
Likes per 100 views0.36
Comments per 1K views0.20

Description

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Iran menyatakan gencatan senjata di Timur Tengah kini nyaris tidak ada artinya menyusul serangan terbaru Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (11/6/2026), di tengah eskalasi konflik yang terus memanas. Perang yang dipicu serangan AS-Israel pada 28 Februari tersebut sempat terhenti setelah gencatan senjata ditandatangani pada April. Namun upaya merundingkan perdamaian permanen terus menemui jalan buntu, dan serangkaian insiden sporadis berulang kali mengguncang stabilitas gencatan tersebut. Terbaru, AS menyerang sejumlah titik di Iran pada Rabu (10/6/2026) dengan alasan helikopter Apache ditembak jatuh. Iran pun balas menyerang markas AS di Timur Tengah. Jual-beli serangan pun terjadi, sebagaimana dilansir AFP. "Serangan ilegal dan kriminal yang dilakukan AS dalam beberapa jam terakhir tidak hanya merupakan pelanggaran terang-terangan, tetapi juga menjadikan gencatan senjata nyaris tidak bermakna," papar Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataannya. Untuk hari kedua berturut-turut, kedua pihak saling balas serangan. Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan, pasukan AS menghantam fasilitas pengawasan, komunikasi, dan pertahanan udara Iran. Garda Revolusi Iran (IRGC) membalas serangan dengan menyasar pangkalan AS di Yordania, sementara negara-negara Teluk melaporkan adanya tembakan yang masuk ke wilayah mereka. Yordania mengaku menembak jatuh 20 rudal Iran. Bahrain melaporkan seorang anak perempuan 11 tahun terluka dan sejumlah rumah serta kendaraan rusak. Media Iran mencatat setidaknya tiga orang terluka di Teheran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut memperkeruh suasana dengan pernyataannya. Dia bahkan mengisyaratkan serangan bisa berlanjut ke malam ketiga. "Jika Presiden (AS Donald) Trump memintanya, kami akan berunding dengan bom," papar Hegseth. Trump sendiri turut mengubah nada bicaranya. "Iran terus mempermainkan kami dan kini harus membayar harganya. Kami akan membombardir mereka habis-habisan besok malam," ujarnya. (*) Artikel ini telah tayang dengan judul: Buntut Serangan AS, Iran Sebut Gencatan Senjata Nyaris Tak Berarti https://internasional.kompas.com/read/2026/06/11/190100570/buntut-serangan-as-iran-sebut-gencatan-senjata-nyaris-tak-berarti?page=all#page2 Program: Tribunnews Update Editor Video: Ramadhan Aji Prakoso Uploader: Radifan Setiawan

Related Videos

More videos from Tribunnews