AS Tekor 3000Triliun Diluardugaan P Purbaya Benar Kini RI1 Dkk Untung & Trump Panik
Feb 22, 2026•Channel
AI Analysis
Data from YouTube Data API v3•Updated Just now
Video Overview
Video Details
Published4 months ago
Duration10:27
Video IDzZ-EP1WlsVA
Languageid
CategoryNews & Politics
PrivacyPublic
Made for KidsNo
Video TypeRegular Video
Performance Metrics
Views21.8K
Likes743
Comments152
Engagement Rate4.10%
Likes per 100 views3.40
Comments per 1K views6.96
Video Tags
#ekspresi purbaya soal tarif as batal 2026#reaksi menkeu prabowo tentang tarif bea masuk amerika#reaksi trump kembalikan uang tarif#bung haas inti channel#perang tarif 2026#efek putusan mahkamah agung as ke tarif ri 2026#inti channel#as tekor 3000triliun diluardugaan p purbaya benar kini ri1 dkk untung trump panik#perang dagang as#efek pembatalan tarif as ke ri#tarif trump#tarif trump indonesia#tarif trump batal#indonesia menang perang dagang#ramalan purbaya#ekspor
Description
Belum delegasi Presiden pulang ke tanah air mendadak dalam semalam AS Tekor 3000 Triliun uniknya Diluar dugaan Pak Purbaya ternyata benar kini RI1 dkk Untung sementara Presiden Trump panik akibat Mahkamah Agung atau supreme court memutuskan tarif yang diterapkan tak sah..bahkan Presiden AS tersebut marah karena semua rencananya gagal, sementara efek putusan Supreme Court AS tesebut bagi RI sangat menguntungkan karena administrasi Presiden Trump tak bisa lagi menaikkan tarif bea masuk dengan alasan apapun sehingga ditetapkan tarif seperti semula yaitu 10% sementara RI karena sudah punya perjanjian maka tetap ingin 1800 komoditasnya berbea masuk nol persen sedangkan untuk komoditas yang diterapkan 19% harus diturunkan 10% sesuai keputusan MA AS Awalnya Menkeu Purbaya Sadewa sudah membaca hal ini ia melihat ada titik kelemahan dalam strategi Tarif bea masuk AS yaitu faktor hukum yang pada saat itu masih digugat di level terbawah hingga hari ini akhirnya AS Tekor 3000Triliun Diluardugaan P Purbaya Benar Kini RI1 Dkk Untung Trump Panik karena harus melakukan refund ke banyak pengusaha di dunia internasional karena telah memungut bea masuk secara tak sah